Nov 04

Petunjuk HelpDesk SINTA (hdsinta)

Penjelasan dan Petunjuk

Terkait HelpDesk SINTA (hdsinta)

Versi 2017-10-12

(Registrasi SINTA periode kedua telah ditutup sejak 1 Oktober 2017)

 

Ada lima hal penting, yaitu:

  • Permintaan verifikasi akan diproses apabila mendaftar di Sinta periode Januari – Agustus 2017. Untuk pendaftar di Sinta mulai 1 Agustus 2017 harap TIDAK meminta dilakukan verifikasi, proses verifikasi akan dilakukan secara bertahap. Tidak mencantumkan periode pendaftaran saat kirim surat elektronik (surel/email) dapat diabaikan oleh Tim Sinta.

 

  • Pertanyaan atau hal lainnya kirim surel dengan mengikuti petunjuk yang ada di bagian B, C dan D. Mohon petunjuk diikuti supaya dapat diproses dengan cepat dan akurat. Surel yang tak sesuai petunjuk atau tidak informatif dapat diabaikan oleh Tim Sinta.

 

  • Pendaftar yang tak mendapatkan kiriman link aktivasi surel, akan dilakukan aktivasi surel secara manual oleh Tim Sinta.

 

  • Jika setelah beberapa hari surel belum ada respon, reply langsung surel yang lama (jangan tulis email baru). Ada kemungkinan Tim Sinta terlewat memberi respon pada surel tertentu.

 

  • Harap kirim email yg ringkas dan jelas, contoh1:

Subject:
0011276301 + Verifikasi akun

 

Isi email:
Mohon verifikasi akun, sudah daftar di periode Januari – Juli 2017.

 

Muhammad Hambali (Nama)

0011276301 (NIDN)
Universitas Jakarta (PT)

 

 

Contoh2:

 

Subject:
0011276301 + sinkronisasi ulang scopus

 

Isi email:
Mohon sinkronisasi ulang scopus, h-index lama 2, saat ini sudah 5.

 

Muhammad Hambali (Nama)

0011276301 (NIDN)
Universitas Jakarta (PT)

 

 

 

  1. PENJELASAN

 

Pendaftaran Penulis

Pada Portal Science and Technology Index (SINTA) ada tahapan (1) registrasi, (2) verifikasi/verified dan (3) sinkronisasi.

  1. Registrasi dilakukan oleh pendaftar dengan kelengkapan utama/primer meliputi: NAMA, NIDN (bila dosen), Afiliasi Perguruan Tinggi, ID Google Scholar (GS) dan Surat Elektronik (Surel/email). Tentu direkomendasikan untuk mengisi data lainnya dengan lengkap. Pada bagian akhir proses registrasi, secara otomatis Sinta akan mengirim surel. Pendaftar membuka surel, klik tautan/link yang ada di surel, sehingga surel menjadi terverifikasi (pendaftar dapat melakukan login memakai alamat surel dan password).
    Jika tahapan registrasi ini belum tuntas, mohon tunggu waktu beberapa saat, lakukan daftar ulang lagi sehingga surel menjadi terverifikasi.
  2. Tim Verifikator di RistekDikti melakukan pemeriksaan NAMA, NIDN, memeriksa artikel pada GS dan validasi Surel, jika semuanya valid, maka verifikator akan membuat status menjadi VERIFIED. Pada tahap verified ini ID GS tidak dapat diubah lagi oleh pendaftar. Perubahan ID GS hanya dapat dilakukan oleh Tim Sinta.
  3. Sinkronisasi adalah proses menyalin artikel atau publikasi yang ada di GS (yang semuanya valid), dan jika ada ID Scopus yang valid, maka akan menyalin dari Scopus ke dalam database Sinta. Sinkronisasi oleh Tim Verifikator akan membuat SCORE menjadi tidak nol lagi, dan nama penulis akan muncul atau masuk ke dalam daftar afiliasi atau perguruan tinggi masing-masing.
    Tim Verifikator melakukan sinkronisasi apabila semua artikel yang terdapat dalam GS semuanya valid. Bila ada satu atau lebih publikasi yang tak valid, misal Verifikator tidak menemukan nama penulis di publikasi, maka sinkronisasi tidak akan dilakukan oleh verifikator (SCORE di Sinta tetap nol).

 

 

Pendaftaran Indeksasi Jurnal di SINTA

  1. Jurnal yang akan masuk ke SINTA harus mendaftarkan melalui portal ARJUNA (Akreditasi Jurnal Nasional) dengan alamat url: http://arjuna.ristekdikti.go.id/
  2. Jurnal dapat mengisi evaluasi diri yang ada di Arjuna dan harus memahami instrumen akreditasi berdasarkan peraturan Dirjen Dikti nomor 1 Tahun 2014 tentang akreditasi Terbitan Berkala Ilmiah apabila memenuhi syarat pengajuan dan memperoleh evaluasi diri di atas 70 maka jurnal diharapkan dapat mengajukan akreditasi.
  3. Subdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah, Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kemenristekdikti akan menugaskan Empat Asesor Akreditasi yang terdiri dari dua penilai konten dan dua penilai manajemen untuk menilai jurnal yang masuk ke Arjuna Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual. Hasil penilaian tim asesor dengan nilai 70-85 akan dikategorikan Akreditasi B dan masuk sebagai jurnal dengan kategori Sinta 2 dan jurnal dengan nilai > 85 akan dikategorikan Sinta 1. Jurnal yang telah terindeks di Scopus atau Web of Science baik terakreditasi maupun tidak akan dikategorikan Sinta 1.
  4. Bagi jurnal yang belum yakin untuk akreditasi dan telah mengisi evaluasi diri dengan penilaian evaluasi diri antara 30-70 maka Subdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah akan menugaskan dua orang Evaluator Jurnal untuk menilai dan memverifikasi kebenaran hasil evaluasi diri. Hasil penilaian evaluasi diri akan dilakukan pengkategorian Sinta 3 (Nilai 60-70), Sinta 4 (Nilai 50-60), Sinta 5 (Nilai 40-50), dan Sinta 6 (Nilai 30-40).

 

Kategori Jurnal Keterangan
Sinta 1 Terakreditasi A nilai >85, atau terindeks Scopus
Sinta 2 Terakreditasi B nilai 70-85
Sinta 3 Hasil Evaluasi diri 60-70
Sinta 4 Hasil Evaluasi diri 50-60
Sinta 5 Hasil Evaluasi diri 40-50
Sinta 6 Hasil Evaluasi diri 30-40

 

  1. Jurnal yang telah dikategorikan berdasarkan Sinta 1 sampai Sinta 6 akan dilakukan pemeringkatan berdasarkan jumlah sitasi dan h indeks dari Google Scholar yang telah dibuat oleh masing-masing jurnal setelah dilakukan verifikasi.
  2. Bagi jurnal yang sudah mendapatkan evaluasi di kategori Sinta 3 sampai Sinta 6 dapat langsung menjadi Sinta 1 dan Sinta 2 dengan mendaftarkan akreditasi di Arjuna dan telah dilakukan penilaian oleh Tim Asesor Jurnal yang ditugaskan oleh Subdit Fasilitasi Jurnal Ilmiah.
  3. Proses Akreditasi dan Evaluasi Jurnal dilakukan setahun dua kali berdasarkan waktu pendaftaran dan penetapan yang dilakukan oleh Direktur Pengelolaaan Kekayaan Intelektual.
  4. Jurnal yang sudah mendaftar ke Arjuna dan belum masuk di Sinta diharapkan dapat menunggu periode akreditasi atau evaluasi selesai, dan tidak meminta untuk didaftarkan melalui ke helpdesk Sinta.
  5. Jurnal yang sudah terdaftar di Sinta dan ingin melakukan update sitasi dapat mengirim surel ke: fasilitasijurnal@ristekdikti.go.id

 

 

  1. PETUNJUK PENGIRIMAN SUREL
    Pengiriman surat elektronik (surel) dilakukan antara lain:
  1. Sudah registrasi di periode Januari sampai Juli 2017 namun belum diverifikasi.
  2. Jika salah mengisi NIDN, salah nama, salah mengisi surel, salah memilih afiliasi atau perguruan tinggi.
  3. Sudah verified, namun score masih nol (pastikan GS sudah publik dan GS berisi lebih dari satu publikasi).
  4. Sudah verified, namun score berbeda secara signifikan, misal h-index di GS sudah 4, sedangkan h-index di Sinta masih satu.
  5. Hal lainnya yang cukup mendesak yang terkait SINTA

 

  1. PERSIAPAN PENGIRIMAN SUREL

Bila akan kirim surel yang terkait Google Scholar (GS), sebelum kirim surel pastikan:

  1. Pendaftar dapat melakukan login ke GS
  2. Profil GS sudah dibuka aksesnya menjadi Profil Publik. Cara memastikan Profil GS sudah publik antara lain dengan meminta orang lain membuka link GS di komputer yang berbeda, jika di komputer yang berbeda dapat melihat daftar publikasi di GS, kemungkinan besar profil sudah publik.
  3. Profil GS memakai pas foto, mohon tidak memakai foto pemandangan atau foto lain yang tidak relevan.
  4. Ada minimal satu artikel atau publikasi yang terdapat di GS
  5. Semua artikel yang terdapat di GS harus valid, yaitu:
    1. Tertera judul publikasi, tertera nama sebagai penulis satu, sebagai penulis kedua, sebagai penulis ketiga dan seterusnya
    2. Tertera nama di posisi sebagai penulis
    3. TIDAK di posisi pembimbing tugas akhir, tesis atau disertasi

Bila ada satu atau lebih publikasi yang tak tertera nama sebagai penulis, maka sinkronisasi data  akan ditunda sampai semuanya valid. Agar valid, lakukan perbaikan atau melengkapi data di GS, atau dapat juga dilakukan penghapusan publikasi yang tak tertera nama sebagai penulis.

 

  1. KELENGKAPAN PENGIRIMAN SUREL

Saat mengirimkan surat elektronik (Surel) usahakan dengan kiriman satu kali surel atau dua kali surel masalah dapat diselesaikan, sehingga surel perlu dilengkapi:

  1. Untuk menghindari penyalahgunaan, kirim surel ke HelpDesk SINTA memakai surel yang dipakai untuk registrasi di SINTA. Jika memakai surel yang berbeda, tuliskan alasan mengapa memakai surel yang berbeda.
  2. Pada bagian Subject WAJIB diisi ”NIDN + Judul singkat masalah yang dialami di SINTA”
  3. Pada bagian isi surel sertakan:
    1. Nama Lengkap (tak perlu menuliskan gelar)
    2. NIDN (bila sebagai Dosen)
    3. Nama Afiliasi atau Perguruan Tinggi
    4. Cantumkan waktu saat daftar di Sinta (Apakah Januari – Juli 2017?)
  4. Lalu dibawahnya tuliskan secara detail masalah yang dialami, supaya dapat diberikan solusi seakurat dan sesegara mungkin. Detailnya antara lain:
    1. Jika terkait permintaan verifikasi, hanya akan diproses permintaan verifikasi dengann pendaftaran mulai Januari sampai Juli 2017 saja. Registrasi yang dilakukan setelahnya akan diproses secara reguler.
    2. Jika terkait Google Scholar (GS), cantumkan ID GS atau URL GS
    3. Jika terkait ID Scopus, cantumkan ID Scopus (yang 10 atau 11 digit)
    4. Jika terkait salah alamat surel, cantumkan surel yang salah dan surel yang benar
    5. Jika terkait salah isi NIDN, Nama dan lainnya, cantumkan data yang salah dan juga cantumkan data yang benar/koreksinya.

 

 

  1. ALAMAT SUREL

Surel dikirimkan ke HelpDesk SINTA (hdsinta), yaitu:

 

HelpDesk SINTA (hdsinta)

hdsinta@ristekdikti.go.id

 

Helpdesk JURNAL, meliputi indeksasi, update atau sinkronisasi ke Sinta, kirim ke:

fasilitasijurnal@ristekdikti.go.id
  1. TANYA JAWAB: Registrasi dan Verifikasi

 

  1. Siapakah yang dimaksud Tim Sinta RistekDikti?

Jawab:

Tim Sinta adalah beberapa personil yang ditugaskan untuk menjadi verifikator, mengelola helpdesk dan pengembang web/aplikasi SINTA.

 

  1. Saya baru saja melakukan registasi di Portal Sinta. Apa yang harus dilakukan?

Jawab:

Mohon menunggu untuk dilakukan verifikasi dan sinkronisasi secara manual oleh Tim Sinta RistekDikti.

 

  1. Mengapa Tim Sinta RistekDikti belum melakukan verifikasi?

Jawab:

Antara lain disebabkan banyaknya antrian pendaftar lain yang juga menunggu untuk dilakukan verifikasi. Mohon sabar menunggu.

 

  1. Apakah HelpDesk dapat mengabaikan atau tak memberi respon kiriman surel tertentu?

Jawab:

Bila pengiriman surel tidak mengikuti petunjuk pengiriman surel, sehingga HelpDesk kesulitan memberikan respon yang akurat dan cepat, maka surel dapat tidak direspon. Jika sudah beberapa hari surel tak ada respon. Silakan reply ulang surel yang dikirim sebelumnya dengan tambahan informasi supaya lebih detail/jelas.

 

  1. Apakah HelpDesk memiliki nomor telepon?

Jawab:

Saat ini interaksi diupayakan melalui surel supaya tercatat dan terstruktur alurnya. Ada personil di Tim Sinta memiliki nomor telepon selular, hanya saja kontak ke nomor personil tersebut sifatnya darurat. Abaikan bila ada telepon yang mengaku Tim Sinta dan meminta password akses ke SINTA atau password akses email.

 

  1. Data atau registrasi saya sebelumnya sudah ada di SINTA. Mengapa beberapa waktu kemudian data saya tak muncul lagi?

Jawab:

Tim Sinta memiliki wewenang untuk melakukan eliminasi data, alasannya antara lain:

  • Perlu dilakukan penghapusan karena salah NIDN, salah NAMA dan kesalahan lainnya yang mendasar
  • Ada data ganda (data yang kurang lengkap akan dihapus)
  • Ada proses verifikasi dan ditemukan data tertentu tidak akurat
  • Sebab lainnya

Terhadap kejadian eliminasi data ini, silakan lakukan registrasi ulang, lalu kirim surel ke HelpDesk berisi informasi bahwa data tereliminasi dan sudah dilakukan daftar ulang. Jangan lupa di surel untuk selalu menuliskan (ulang) nama lengkap dan NIDN.

 

  1. Saya sudah daftar di Sinta. Mengapa saat dicari, datanya tidak ditemukan?

Jawab:

Data di Sinta akan muncul apabila akun sudah VERIFIED.

 

Pastikan juga mencari melalui alamat:

http://sinta2.ristekdikti.go.id/authors

 

  1. Saya memiliki surel institusi @namaPT.ac.id dan surel lain di @gmail.com. Manakah sebaiknya surel yang dipakai?

Jawab:

Disarankan/sebaiknya untuk memakai surel @namaPT.ac.id. Namun pada kondisi tertentu dapat juga memakai surel @gmail.com atau alamat surel lainnya.

 

  1. Di perguruan tinggi kami, beberapa rekan dosen lain mengalami beberapa masalah di SINTA. Bagaimana caranya agar beberapa masalah ini dapat diselesaikan dengan bersamaan?

Jawab:

Silakan dilakukan koordinasi oleh Ketua LPPM, oleh Direktur Teknologi Informasi atau Personil lain yang ditunjuk untuk melakukan inventarisir masalah, lalu kirimkan sekaligus nama lengkap + NIDN yang mengalami masalah maksimal sepuluh orang.

 

  1. Saya sudah daftar dengan lengkap dan surel sudah benar. Mengapa tidak ada kiriman surel dari SINTA untuk aktivasi surel?

Jawab:

Ada kemungkinan

  • Surel dari SINTA masuk ke folder SPAM
  • Mail server kampus dan atau Mail Server SINTA terkena blok
  • Ada masalah lain dalam hal pengiriman dan penerimaan surel

 

Solusi:

Mohon diperiksa lebih dulu. Jika surel tidak ada, lakukan mekanisme pengiriman ulang surel aktivasi melalui tautan:

http://sinta2.ristekdikti.go.id/author/?mod=resendactivation

 

Jika mekanisme pengiriman ulang surel aktivasi ini tidak berhasil, tetap tidak ada surel yang masuk, pendaftar silakan kirim informasi ke hdsinta memakai surel yang dipakai saat registrasi, selanjutnya Tim Sinta dapat melakukan aktivasi surel milik pendaftar secara manual.

 

  1. Saya lupa password untuk login ke Web SINTA. Apa yang harus dilakukan?

Jawab:

Lakukan mekanisme Reset Password melalui tautan

http://sinta2.ristekdikti.go.id/author/?mod=resetpassform

 

  1. Bagaimana cara mengubah Profil Google Scholar menjadi public?

Jawab:

Pendaftar harus lakukan login di GS, lalu lakukan klik ceklis [ x ] Google Sholar public atau [ x ] Profil Scholar untuk umum.  Cara memastikan Profil GS sudah publik antara lain dengan meminta orang lain membuka link GS di komputer yang berbeda, jika di komputer yang berbeda dapat melihat daftar publikasi di GS, kemungkinan besar profil sudah publik.

 

  1. Saat melihat daftar penulis di SINTA terlihat foto milik saya pribadi (seolah) dipakai oleh orang lain. Mengapa ini terjadi?

Jawab:

Foto diri sendiri tampil di profil orang lain antara lain karena ada cache foto dari Google Mail atau Google Scholar. Silakan lakukan logout dari Google Mail atau Google Scholar lalu lihat ulang daftar penulis di SINTA. Tampilan foto ini hanya berlaku atau tampil di komputer milik sendiri saja, di komputer lain yang tak login ke Google Mail atau Google Scholar akan terlihat profil foto kosong.

 

  1. Bagaimana cara memasang foto sehingga tampil di SINTA?

Jawab:

Pendaftar harus lakukan login di GS, lalu lakukan pemasangan atau penggantian foto. Selanjutnya foto ini akan dipakai oleh SINTA.

 

  1. Saya sudah mengirim surel ke HelpDesk SINTA. Selanjutnya apa yang harus dilakukan?

Jawab:

Tunggu sampai Tim Sinta melakukan tindakan yang terkait. Jika setelah beberapa hari belum ada respon. Lakukan login ke SINTA, lihat apakah data sudah berubah atau tetap, mungkin saja Personil Tim Sinta yang lain sudah melakukan tindakan. Jika tak ada perubahan, selanjutnya dapat Reply ulang surel yang sebelumnya dikirim agar HelpDesk mencermati surel yang diulang ini. Jangan lupa di surel untuk selalu menuliskan (ulang) nama lengkap dan NIDN

 

  1. Saat registrasi saya memakai surel (contoh) namaku@gmail.com. Terkait permintaan pejabat di perguruan tinggi untuk memakai surel (contoh) namaku@perguruan.ac.id. Bagaimana cara mengubah alamat surel menjadi namaku@perguruan.ac.id?

Jawab:

Silakan kirim surel ke hdsinta memakai alamat surel namaku@perguruan.ac.id, kemudian tulis permintaan ingin melakukan perubahan surel ke alamat surel tersebut.

 

  1. SINTA atau Tim Sinta memberi informasi harus dilakukan perbaikan data. Setelah saya melakukan perbaikan data, apa yang harus dilakukan?

Jawab:

Kirim surel ke HelpDesk bahwa telah dilakukan perbaikan, sehingga Tim Sinta dapat melakukan tahapan selanjutnya. Jangan lupa di setiap surel untuk selalu menuliskan nama lengkap dan NIDN

 

  1. HelpDesk memberi informasi bahwa akun sudah aktif dan sinkron. Bagaimana cara memastikan sudah aktif dan sinkron?

Jawab:

Jika akun sudah aktif, dapat dipastikan dengan melakukan login melalui tautan

http://sinta2.ristekdikti.go.id/author/?mod=login

Setelah login, perhatikan Score GS dan Scopus.

 

Jika sudah sinkron dapat diperiksa melalui tautan

http://sinta2.ristekdikti.go.id/authors

 

Catatan:

Score GS dan Scopus (dianggap) sinkron dimaksudkan nilai h-index sama. Jumlah artikel atau sitasi dapat berbeda.

 

  1. Saya salah menuliskan NIDN. Apa yang harus dilakukan?

Jawab:

Abaikan pendaftaran dengan NIDN yang salah tersebut, lalu lakukan daftar ulang dengan NIDN yang benar. Setelah itu laporkan via surel ke HelpDesk SINTA untuk melakukan penghapusan akun yang salah NIDN tersebut. Jangan lupa di surel untuk selalu menuliskan nama lengkap dan NIDN.

 

  1. Saya salah menuliskan Nama. Apa yang harus dilakukan?

Jawab:

Kirim surel ke hdsinta@ristekdikti.go.id tuliskan bahwa telah salah menulis nama. Selanjutnya Tim Sinta akan menghapus pendaftaran yang salah nama tersebut. Setelah Tim Sinta melakukan penghapusan, lakukan daftar ulang. Selanjutnya kirim kembali surel bahwa telah dilakukan daftar ulang, jangan lupa di surel untuk selalu menuliskan nama lengkap dan NIDN.

 

  1. Verifikator menyatakan ada satu atau beberapa publikasi di GS tak valid atau tak tertera nama penulis. Apa yang harus dilakukan?

Jawab:

Lakukan login ke GS lalu pastikan pada setiap publikasi tertera nama sebagai penulis. Silakan juga lakukan konfirmasi, misalnya ada dua nama penulis Bambang dan Kevin Yulio GS dapat saja menampilkan BK Yulio (saja). Jika tak dapat melakukan konfirmasi atau perbaikan, hapus publikasi yang tak valid atau tak tertera nama penulis tersebut.

 

  1. Verifikator menyatakan ID Scopus tidak valid. Apa yang harus dilakukan?

Jawab:

Perbaiki ID Scopus tersebut. ID Scopus memiliki panjang 10 sampai 11 digit angka.

 

  1. Mengapa skor IPI dan INASTI masih nol?

Jawab:

Saat ini sinkronisasi ke database SINTA baru tersedia untuk GS dan Scopus. Untuk IPI dan INASTI masih dalam pengembangan, dan belum tersedia fitur untuk sinkronisasi IPI dan INASTI.

 

  1. Mengapa?

Jawab:

?

 

  1. TANYA JAWAB: Sinkronisasi dan Pembaruan

 

  1. Mengapa Tim Sinta belum melakukan sinkronisasi?

Jawab:

Tim Sinta sedang melakukan verifikasi antrian pendaftar yang lain, atau Tim Sinta menunda verifikasi karena ada satu atau lebih publikasi yang tak valid.

 

  1. Saya sudah mengisi afiliasi atau perguruan tinggi dengan benar. Mengapa nama saya belum masuk ke afiliasi atau perguruan tinggi tersebut?

Jawab:

Nama pendaftar belum masuk ke afiliasi atau perguruan tinggi antara lain karena SCORE masih nol (Tim Sinta belum melakukan sinkronisasi data).

 

  1. Saat melakukan registrasi, nama perguruan tinggi atau afiliasi belum ada. Bagaimana caranya nama perguruan tinggi atau afiliasi muncul di Sinta?

Jawab:

Silakan kirim surel, lalu tulis nama perguruan tinggi atau afiliasi, nanti Super Admin Sinta akan membuatkan afiliasi.

 

  1. Publikasi milik saya yang ada di GS dan Scopus jumlahnya sudah bertambah. Mengapa di SINTA jumlahnya tetap saja?

Jawab:

Jumlah data di SINTA tidak otomatis dilakukan pembaruan/update. Database SINTA memerlukan proses sinkronisai manual yang prosenya dilakukan oleh verifikator.

 

  1. Publikasi milik saya yang ada di GS dan Scopus sudah bertambah cukup banyak. Apa yang harus saya lakukan?

Jawab:

Pendaftar di Sinta dapat meminta dilakukan sinkronisasi ulang agar dilakukan pembaruan data. Harap sebutkan jumlah artikel atau sitasi yang lama dan jumlah artikel atau sitasi yang baru. Jika terjadi perubahan data yang signifikan, Tim Sinta akan melakukan prioritas lebih tinggi untuk melakukan sinkronisasi ulang. Jangan lupa di surel untuk selalu menuliskan nama lengkap dan NIDN.

 

  1. Mengapa jawaban HelpDesk SINTA ringkas-ringkas saja?

Jawab:

Tim Helpdesk berupaya memberikan respon yang cepat dan akurat, sehingga jawaban HelpDesk SINTA melalui surel dibuat seringkas mungkin, sehingga dapat segera menyelesaikan masalah dan menjawab surel lainnya.

Oct 08

Pelantikan Pejabat Prodi UNIMUS 2016

Jabatan bisa menjadi rahmat bila :

  1. Tidak didasari dengan nafsu ambisi.
  2. Diberikan pada yang berkompeten.
  3. Diterima oleh ybs sebagai amanat yang harus sampai pada yang berhak.

Jabatan menjadi musibah bila :

  1. Saling berebut karena ambisi.
  2. Diberikan bukan pada ahlinya.
  3. Diterima oleh ybs untuk mencari kekayaan semata.

Semoga Para Pejabat Prodi di UNIMUS yang baru dilantik untuk periode 2016-2020 dapat mengemban amanah dan melaksanakan kewajiban dengan baik dan sukses. Amiin.

 

Mar 10

1 Achmad = 5 Ali

Rasululullah Muhammad s.a.w. mempunyai nama lain Ahmad (disebutkan dalam AlQur’an). Beliau memiliki banyak sahabat yang setia, di antaranya yaitu Ali r.a. Namun posting ini bukan tentang itu.

Jakarta, 4 – 5 Maret 2014 lalu saya menghadiri pertemuan walimatul ursy tepatnya di Balai Sudirman. Hal yang menarik bagi saya pada pertemuan itu banyak tokoh yang hadir yang bernama Ali, yang saya tahu paling tidak ada 5 :

1. Ali Sa’di : Ketua Yayasan di Jakarta.

2. Ali Mas’udi : Ketua Yayasan Qatar.

3. Ali Herichi : Ketua Yayasan di Ci Anjur.

4. Ali Jabir    : Da’i dari Medinah yang ditugaskan di Indonesia.

5. Ali Gufron : Kabid Sosial di Yayasan di Jakarta.

Jadi waktu itu saya, 1 Achmad ber-“sama dengan”  5  Ali.

Semoga menjadi majelis yang mubarok, amin.

Bersama Ali JabirSekali-kali narsis ndak papa mumpung ketemu Syeh Ali Jaber dan Syeh Ali Herichi

Jul 18

Smartphone Meledak

Baru-baru ini ada kabar yang kurang menguntungkan bagi Samsung. Fanny Schlatter, gadis 18 tahun asal Swiss, tak pernah menyangka gadget pintarnya akan membawa malapetaka. Samsung Galaxy S3 miliknya tiba-tiba saja meledak saat berada di dalam kantong celananya. Ia pun mengalami luka bakar tingkat dua di paha kanannya. Rabu, 10 Juli 2013. “Saya mencium bau kimia aneh. Setelah itu saya langsung menyadari ternyata celana saya sudah terbakar.”

Padahal Galaxy S3 merupakan produk andalan Samsung, apakah ini hanya black campaign dari perang dagang antar produsen teknologi informasi?

Kalo kita browsing di internet, ternyata kejadian meledaknya smartphone tidak hanya menimpa samsung. Kejadian yang sama pernah terjadi pada seorang pria warga negara Thailand pada 12 Maret 2004. Ponsel nokia 3310 yang dia miliki meledak saat berada dekat tiang SUTT. Akibat kejadian tersebut dia kehilangan sebagian anggota tubuhnya sehingga menuntut biaya ganti rugi 1 juta Baht (Rp 244 juta) dari Nokia. Kejadian lagi meledaknya iPhone 4 dan iPhone 5 keluaran dari apple. Bahkan seorang pramugari meninggal terkena ledakan tersebut.

Masih banyak lagi kejadian seperti di Benhill Jakarta, Miami A.S., Texas A.S., Beijing China. Ada yang mengakibatkan kebakaran besar dan ada yang meninggal.

iphone

Gambar Smartphone Meledak

Pihak berwenang segera menginvestigasi kejadian-kejadian tersebut. Tentunya semua kejadian ada penyebab dan alasannya. Namun kejadian-kejadian tersebut mengingatkan saya pada film fiksi ilmiah “Armagedon” dimana suatu saat akan terjadi perang besar sehingga akhirnya dapat menghancurkan semua teknologi. Diantara kejadian awalnya adalah penyerangan lewat ledakan-ledakan komputer yang terhubung dengan internet.

war3

Gambar Perang Dunia 3, semoga tidak bertemu dan selamat darinya.

Apakah cerita fiksi ilmiah itu ada benarnya? Wallahu a’lam bishowab.

Yang pasti kita harus membenahi diri kita sendiri sehingga dapat mengurangi keburukan dan meningkatkan kualitas diri menjadi lebih baik.

Semoga sukses, amiin.

Jun 22

AC/DC

Meski ada kelompok band hard rock Australia yang menyatukan 2 istilah ini dalam satu nama AC DC, ada juga pelawak Indonesia bernama Karjo AC DC, dalam teknologi elektrik sistem AC dan DC sebenarnya sudah melakukan perang (baca:persaingan) sejak tahun 1800-an.

Sistem DC (direct current = arus searah) telah mengawali teknologi elektrik sehingga sangat populer dan diproduksi secara massal. Beberapa catatan sejarah sistem DC sbb :

Michael Faraday, 1821 : prinsip induksi elektromagnetik;

Charles Wheatstone, Alfred Varley, Siemens brothers Werner and Carl, 1840 : produksi generator dc,

Pearl Street Power Station, 1882 : pembangkit listrik DC 3 kawat 30kW di New York.

Sistem DC yang mengawali teknologi elektrik mengalami kejayaan untuk beberapa dekade.

dcgen

Gambar Generator DC

Sistem AC (alternating current = arus bolak-balik) mulai dikembangkan pada tahun 1890 oleh Westinghouse Company. Perubahan drastis ditemukan, bahwa ternyata arus AC juga bisa dimanfaatkan dengan baik, bahkan memiliki banyak kelebihan :

1. Konstruksi generator AC lebih sederhana.

2. Konstruksi motor AC lebih sederhana, kuat dan murah.

3. Daya dapat disalurkan ke tempat jauh dengan step up/step down tegangan yang dapat dilakukan dengan mudah memakai transformator.

Alhasil, sistem AC merajai dunia dengan cepat sampai saat ini.

acgen

Gambar Generator Sinkron (AC)

Sebenarnya sistem AC juga memiliki kekurangan yaitu memiliki rugi impedansi yang lebih komplek dan sangat rentan terhadap perbedaan fasa sistem.

Celah inilah yang dapat dikejar oleh sistem DC modern.

Kira-kira dapatkah sistem DC merajai dunia lagi???

Jun 16

Empat Tahap

Kebanyakan orang yang mengikuti suatu organisasi, perkumpulan, jamaah atau yg sejenisnya, bangga dengan jumlah pesertanya yang banyak. Sebenarnya kuantitas memang diperlukan, namun yang lebih penting lagi sebenarnya kualitas dari para anggotanya.

Para masyaikh suatu jam’iah pergerakan pernah diminta untuk mengadakan pertemuan tahunan untuk seluruh negri, dengan demikian akan nampak seberapa besar kemajuan jama’ah tersebut. Permintaan tsb dijawab dengan pertanyaan : sejauh mana perkembangan usaha dakwah di negri tsb. Karena tidak ada yg berani menjawab, para masyaikh menjawab pertanyaannya sendiri sbb : bahwa perkembangan usaha dakwah ada 4 tahap :

1. Banyak orang menentang usaha dakwah.

2. Banyak orang menerima usaha dakwah.

3. Banyak orang menjalankan usaha dakwah, namun bila ada usaha dunia datang bersamaan usaha agama, dunianya lebih dipentingkan.

4. Banyak orang menjalankan usaha dakwah, namun bila ada usaha dunia datang bersamaan usaha agama, agamanya lebih dipentingkan.

Maksudnya kita tidak boleh berhenti usaha sampai pada tahap ke-2, namun masih ada perjalanan panjang yang harus dilalui sampai tahap ke-4.

Wallahu a’lam bishowab.

Artikel terkait : Suara Merdeka, Tribun Jateng.

 

Oct 17

Mahasiswa Elektro UNIMUS Kembali Mengukir Prestasi di PON 2012

Pendidikan tinggi membekali mahasiswa dengan hardskill dan softskill. Tak kalah pentingnya mahasiswa juga dibekali kegiatan yang menunjang prestasinya di dunia kerja.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) kembali mengukir prestasi mengharumkan kontingen Jawa Tengah melalui dua atlet panjat tebing dalam PON XVIII di Riau baru-baru ini. Temi Teli Lasa berhasil merebut dua medali emas melalui nomor Boulder Beregu Putra dan Lead Perorangan Putra, sedangkan satu emas melalui nomor Speed Beregu Putri atas nama Susanti Arpiyah pada lomba di venue panjat tebing Universitas Negeri Riau (UNRI), Kedua mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa program studi S1 Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Semarang. Dari tiga atlet UNIMUS yang dikirim sebagai altet TIM PON Jateng, hanya dua orang yang berhasil menyumbangkan mendali.

Keberhasilan atlet-atlet UNIMUS yang sekaligus sebagai atlet Jateng selain membawa nama harum Tim PON Jateng juga membanggakan bagi Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) sebagai tempat studi dan tempat Pembinaannya, yang telah berhasil menambah mendali EMAS untuk Kontingen JATENG.
Diharapkan kedepannya dapat lebih meningkatkan prestasi baik tingkat nasional maupun tingkat international.  Selanjutnya, UNIMUS juga akan membina mahasiswa yang berminat dalam mengembangkan bakat dan minatnya di Panjat Tebing. saat ini, Uimus sedang membangun Wall Climbing Type Lead di Pusat Kegiatan Mahaiswa UNIMUS bekerjasama dengan Perintah Provinsi Jawa Tengah senilai Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah) termasuk sarana dan prasarana pendukungnya, melengkapi sarana yang ada sebelumnya Wall Climbing type Speed.

Selamat untukmu, semoga bermanfaat bagi dirimu, keluargamu dan masyarakat umum. Amiin.

sumber : Suara Merdeka

Aug 11

Mahasiswa Elektro UNIMUS Pimpin Tim ke PIMNAS 25

PIMNAS 25 UMY diikuti 400 tim dari seluruh Indonesia melombakan 5 kategori Program Kreatifias Mahasiswa (PKM). Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) mengirimkan 1 Tim yang terdiri dari Gilang Akbar Sumarta (Teknik Elektro) sebagai ketua tim, Muizzudin (TEknik Mesin) dan Sumartono (Teknik Elektro) sebagai anggota dan semuanya dari fakultas Teknik dengan karyanya ” Solusi ramah lingkungan air panas gratis dari system pendingin (AC) “ dari PKM Teknologi.

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke 25 dilaksanakan pada tanggal 9 -12 Juli 2012 bertempat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Acara Pimnas  ini diadakan untuk menguji hasil karya inovatif mahasiswa untuk dapat bersaing dengan mahasiswa lain di seluruh Indonesia, ada dua aspek yang dinilai dari setiap tim, nilai presentasi berbobot 80%, sedangkan nilai pameran poster diberi bobot 20%. Setiap kelas akan menghasilkan pemenang pertama, kedua, dan ketiga atau setara emas, perak, dan perunggu di masing-masing aspek penilaian. Ada juga penghargaan favorit pada penilaian presentasi setiap kelas bagi tim yang menurut juri tidak memberikan presentasi terbaik namun pantas diberi penghargaan.

Jun 15

Sama-sama “Ahli Panjat”-nya

Diantara kelebihan Teknik Elektro UNIMUS memiliki mahasiswa yang bekerja di PLN sehingga sharing ilmu antara dosen-mahasiswa dan sesama mahasiswa terbina dengan baik. Seperti halnya Ery dkk, mereka bekerja di bidang PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan). Mereka memiliki keahlian, tentunya juga keberanian dan kesehatan lahir batin, dalam hal memanjat menara sutt maupun sutet dalam keadaan bertegangan.

 

 

 

 

 

Ada lagi, Susanti Arfiyah, dia juga ahli panjat namun beda bidang yaitu olah raga panjat tebing. Prestasinya cukup menonjol sehingga terpilih dalam rancangan formasi atlet FPTI Jateng yang akan dikirimkan dalam PON XVIII/2012 di Riau, September mendatang.

Selamat untuk semuanya, semoga sukses selalu.

May 15

Murottal Anak-anak

Mendengar bacaan murotal anak sangat menyejukkan hati. Bagi yang berminat silakan download bacaan Achmad Saud dan Muhammad Toha Al Junaid di bawah ini :

Al Fatihah
Ayat Kursyi
Yasin
ArRahman
AlMuzammil
AnNaba & AnNazi’at
‘Abasa
At Takwir
Al Infithor
Al Muthaffifiin
Al Insyiqooq
AlBuruj
AthThariq
Sabbihis (Al A’la)
AlGhashiyah
AlFajr
AlBalad
AsySyams
AlLail
Adl Dluha
Al Insyiroh
AtTiin
Al Alaq
Al Qadr
Al Bayyinah
Az Zalzalah
Al ‘Adiyat
Al Qori’ah
At Takatsur
Al Ashr
Al Humazah
Al Fil
Al Quraisy
Al Ma’un
Al Kautsar
Al Kafirun
An Nashr
Al Lahab
Al Ikhlas
Al Falaq
An Naas

Older posts «

css.php